Opini hanafi
pandangan kehidupan menurut kacamata hanafi yang mungilSurat Untuk Sahabat
Sahabatku
jika berita kematian telah sampai
di tengah-tengah kota dan di pelosok pelosok desa
janganlah engkau khawatir
karena giliranmu akan tiba juga
bahwa kematian akan datang menjemput engkau
cepat atau lambat pasti akan sampai waktunya
Sahabatku
Jika engkau banyak tertawa di dunia ini
janganlah engkau khawatir
karena nanti engkau akan banyak menangis di akhirat Read the rest of this entry »
Rahasia Kasih Seorang Ibu
“Ibuuu… jangan tinggalkan akuuu… !! Ibuuuuu.. jangan pergiiii…. ! Teriak Iwan ketika didapatinya ibunya terbujur kaku di atas dipan. Wajahnya nampak sekilas senyuman. Tubuhnya dingin membeku. Dipeluknya tubuh ibunya dan digoncang-goncangkan, namun tetap saja ibunya tidak bangun untuk memberikan senyuman dan belaian seperti yang biasa ia lakukan jika anaknya yang dirantau pulang. Derai air mata mengguyur deras dari mata Iwan. Terlihat sesal tiada tara memenuhi wajahnya. Mendung nya sama seperti mendung di langit saat itu. Hujan mengguyur lagi, seperti ikut berduka mendalam atas kepergian seorang perempuan tua paruh baya. Ruhnya telah pergi jauh, jauuuh sekali. Dan Iwan hanya terlihat masygul meyesali keterlambatannya untuk segera pulang. Read the rest of this entry »
Permohonan Kepada Rasulullah
Bersembunyi
di balik tirai tujuh lapis langit
Bercengkerama
Dengan bidadari
Di antara 70.000 gaun
Dan 70.000 wewangian surga
Merasakan kesegaran
Manisnya sungai arak dan madu
Mendengar merdunya suara gesekan daun surga
Adalah impian dan keghairahan
Layaknya
Kecintaan Saidina Abu bakar As shiddiq akan sunnah nabinya
Kecerdasan dan kedalaman fikir Saidina Umar Al faruq
Ketqwaan Saidina Ustman bin Affan
Ketajaman pedang Saidina Ali Karomallahu Wajhah
Menggetarkan 8 pintu surga
Rumahku Taman Surgaku
Rumahku taman surgaku
Dipenuhi dengan bacaan qur’an dan dzikir
Pengobat hati nan gundah
Rumahku taman surgaku
Diselimuti kasih sayang dan Rahmat
Bebas dari hama kebencian dan dengki
Kebahagiaan Manusia
Pernah beberapa hari yang lalu saya mendapat pertanyaan via sms dari seseorang, yang menanyakan tentang bagaimana caranya menciptakan kebahagiaan lahir dan batin dalam diri. Saya termangu dan enggan untuk menjawabnya. Namun akhirnya saya balas juga sms tersebut. Saya hanya bilang bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan kita mesti meletakkan tolak ukur kebahagiaan pada tempat yang benar. Jika kita salah dalam mengambil parameter kebahagiaan maka kita akan menemukan sejumlah kekecewaan demi kekecewaan. Kesalahan dalam meletakkan wujud kebahagiaan akan berakibat fatal dalam diri kita dan menjadikan diri kita menyesal di kemudian hari.